Pengumuman:

Bagi anggota AMBA yang ingin menulis artikel di ambachoirs.blogspot.com bisa mendaftarkan diri melalui Penulis AMBA Blogspot. Mohon partisipasinya karena ide dan opini anda sangat berharga sebagai inspirasi untuk generasi AMBA selanjutnya. Trims

Senin, 28 Januari 2013

AMBA Ala Pontianak, ALYANS Choirs Cari Anggota

Salam hangat dari penulis. Pada tulisan kali ini saya ingin sharing kepada semua orang di manapun berada yang melihat. Demi meningkatkan kualitas, temen-temen di ALYANS Choirs mengadakan promo perekrutan anggota baru nih. Nah bagi sobat-sobat yang senang bernyanyi, bisa gabung bersama kami. Semua orang bisa join sama seperti grup pelopornya AMBA. ALYANS CHoirs juga ekslusif tidak terikat suku, agama, ras atau apapun. Semua bisa gabung dan belajar bernyanyi, teknik vokal dan lain-lain. Semua itu tentu perlu kerja keras dan disiplin tinggi tentunya. Baiklah, semuanya berikut ini brosur pendaftaran ALYANS Choirs. Ditunggu ya... ^^


Read More

Selasa, 15 Januari 2013

Potong Bebek Angsa Versi AMBA

Pontianak, 13 Januari 2013. Ternyata tidak disangka, saya pernah mengunduh sebuah video, yang bisa dibilang sebagai produk asal-asalan. Tetapi setelah saya lihat kembali, ternyata produk video tersebut sangat kreatif. Judulnya memang Potong Bebek Angsa, hanya saja berbeda instrumentalnya. Saat saya melihat video ini kembali , rasanya gimana gitu? Keceriaan anggota AMBA dari dahulu hingga sekarang.

Ini videonya:



Setelah menonton video tersebut , wajib senyum ya.. ^^ (frans)
Read More

Sabtu, 23 April 2011

Pesta Paskah AMBA

Hari Sabtu pagi, pada saat setelah Misa Kamis Putih kemarin. Ketua AMBA kak Marta telah menginstruksikan kepada seluruh Anggota AMBA untuk datang ke MABES. Bagi tim pengeksekusi diharapkan hadir pada pukul 5.00 WIB dini hari ini. Dan kebetulan penulis bersama dengan sahabat tiba pada pukul tujuh lewat, karena berhalangan.

Ketika tiba di MABES, yang berlokasi di A Yani tersebut. Daging-daging BAB I telah selesai dieksekusi hanya tinggal dipotong per bagian saja. Saat memotong penulis terjadi kesalahan, karena seharusnya daging yang dibuat kecap malah dipotong-potong. Aduhai, sudah terlanjut. Datang-datang malah bikin rusuh^^. "Seharusnya daging yang ada lemaknya itu untuk kecap, bagian rusuknya,"kata Om Yansen. Kemudian om Yan memberikan ukuran potong daging yang akan dimasak.

Selanjutnya, penulis selesai dengan urusan daging dan pergi ke meja bersama teman-teman yang mempersiapkan bumbu. Penulis mengeluar Petai bersama bang Polo, dan Hendra. Sedangkan teman-teman lain mengupas bawang putih dan merah. Setelah selesai mengerjakan di atas meja. Penulis beralih ke Ruang Tamu dan mengetik artikel ini. Sambil menulis , Penulis memiliki ide untuk merekam salah satu Karya Musik teman-teman yang unik. Tapi sayang kamera Penulis terlihat kurang baik. Ya setidaknya ada moment yang terekam.

Malam ini akan ada Misa Paskah, Teman-teman diharapkan kedatangannya ya? ^^ Ciayou!












Read More

Selasa, 28 Desember 2010

Kisah Algojo 2010

Algojo 2010
Di Pagi yang dingin, penulis bersama sahabatnya, Hendra terbangun oleh gonggongan anjing yang berada di rumah Pak Yansen. Sebelumnya penulis dan Hendra telah menginap semalaman untuk membantu ritual algojo sebagaimana tahun-tahun lalu menjelang natal. Dan pagi itu datanglah salah seorang senior yang biasa kami sapa Bang Anam. Beliau telah mempersiapkan senjata andalannya yaitu 'isau'. Dan mungkin pagi itu adalah pagi yang terlalu awal di mana teman-teman yang seharusnya menjadi algojo, sudah berkumpul di lokasi. Namun, pada saat itu hanya kami bertiga yang telah hadir.

Pig Head
Penulis dan teman-teman sementara menunggu para Algojo menghibur diri dengan online di Notebook. Bang Anam yang baru datang juga berkata bahwa seharusnya pagi ini kita menyelesaikannya. Karena kalau sudah kesiangan agak sedikit rumit nantinya. Dan jelang beberapa lama, akhirnya teman-teman datang. Dari satu kepada yang lain diinformasikan sehingga sedikit demi sedikit datanglah para team penjagal di tempat. Dan akhirnya penjagalan diawali dengan penangkapan. Luar biasa, beberapa teman takjub ketika melihat "Babi" itu. Badannya besar dan bisa dibilang lebih besar daripada tahun-tahun kemarin. Dan team penangkap, Bang Guli,Bang Anam, Yohanes Wangge dan Hendra masuk ke dalam kandang, sedang penulis memegang perangkat untuk mengikat babi itu. Begitu berisik proses penangkapan dan pengikatannya. Tak lama kemudian babi berhasil diikat dan mulutnya dibekap dengan getah ban meskipun dengan susah payah dan kami segera menggotong babi tersebut ke tempat penjagalan.

Wangge dan Bang Ad0n
Di sinilah para algojo beraksi. Bang Anam dengan Isaunya telah berada pada posisi. Teman-teman lainnya sudah mempersiapkan apa saja yang diperlukan selama penjagalan, salah satunya Baskom untuk darah. Setelah semua pada posisinya, Penulis dkk bersiap-siap dan berusaha segenap tenaga untuk memegang tubuh Babi berjaga-jaga agar babi tidak memberontak. Dan proses penusukanpun berakhir dengan ringan hingga sang Babi rebah di tangan para Algojo.

Kemudian akhirnya, tubuh babi tersebut dicabuti bulunya dengan disirami air panas. Setelah itu babi menjadi bersih dan mulai dibedah. Hingga tiba pembedahan daging-daging kemudian dipisah-pisah dari iganya. Lemaknya dipisah dari dagingnya. Dan penulis dan beberapa teman cewek mengerjakan 'Sak-sang'. Dan proses pengolahan dikerjakan oleh senior Kak Ellen, Kak Lidya dan Fennita. Jika diceritakan bagaimana mengolahnya jelas tulisan ini akan menjadi begitu panjang. Namun yang patut kita banggakan adalah semangat kebersamaan yang tetap terjaga antar anggota yang membuat tugas ini berhasil. Sehingga menjelang Natal, kami bisa menikmati hasil beberapa jam itu. Keep it touch!!!
Read More